ANALISIS HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PASCAMELAHIRKAN (BABY BLUES SYNDROME)

Authors

  • shallyfiqih alvani IAIN Bengkalis
  • Muhammad Al Mansur

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis hukum keluarga Islam terhadap gangguan kesehatan mental pascamelahirkan, khususnya Baby Blues Syndrome. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dampak Baby Blues Syndrome terhadap kesehatan mental ibu dan hubungan keluarga, serta pandangan hukum keluarga Islam terhadap kondisi ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif literer dengan studi kepustakaan, serta pendekatan hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baby Blues Syndrome memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan fisik dan emosional ibu. Gangguan kesehatan mental ini dapat meningkatkan risiko komplikasi medis, mengurangi kemampuan ibu dalam merawat bayi, dan menurunkan kesejahteraan emosional ibu. Dampak ini juga mempengaruhi dinamika keluarga, sering kali menyebabkan ketegangan dan konflik dalam rumah tangga. Dalam perspektif hukum keluarga Islam, kondisi kesehatan mental pascamelahirkan seperti Baby Blues Syndrome telah diakui dalam Al-Quran, terutama Surah Al-Luqman ayat 14, yang menggambarkan beban berat yang dipikul ibu selama masa mengandung hingga menyusui. Tafsir Al-Qurtubi menjelaskan bahwa masa ini ditandai oleh kelemahan fisik dan emosional perempuan. Dukungan suami sangat penting untuk membantu ibu mengatasi masa sulit ini. Islam mengajarkan pentingnya dukungan sosial dan emosional dari keluarga, khususnya suami, untuk membantu ibu yang baru melahirkan menghadapi tekanan emosional dan fisik yang mereka alami. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman dan penghargaan terhadap peran ibu dalam keluarga, serta perlunya dukungan yang adekuat dari suami.

Downloads

Published

2023-12-30