PELAKOR DALAM PERSPEKTIF HUKUM MANAKAHAT

Authors

  • Muhammad Rezeki Rahmatullah Stain Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

DOI:

https://doi.org/10.56633/jifl.v1i1.332

Abstract

Akhlak  dalam  Islam sebenarnya  tidak  pernah  memberikan  larangan seseorang  untuk  mencintai  orang  lain  sebab  cinta  merupakan  fitrah  yang datang  dengan  sendirinya  tanpa  perlu  dicari.  Seseorang  yang  mencintai bahkan mempunyai derajat tinggi dan juga mulia disisi Allah subhanahu wa ta‟ala dimana  seseorang yang  memiliki  cinta  mendalam  akan  mati  syahid dengan beberapa ketentuannya.

Akan  tetapi, seorang  wanita  atau  pria  yang  berusaha  mengganggu  atau  merebut  pasangan (Pelakor)  dari  sebuah  keluarga  terutama  kerabat  dekat  mengartikan  sama  saja  dengan  mengambil  sesuatu  yang  bukan  miliknya  dan  bukan  termasuk pergaulan  dalam  Islam  sehingga  akan  menyakitkan  untuk  keluarga tersebut. Fenomena  seperti  itu  sering  kerap  terjadi  di  era  saat  ini. Sebagaimana  awak  media  memberitakan  yang  mana  terjadi beberapa  kasus  pernikahan  sirri  serta  perceraian  yang  disebabkan oleh  ulah  pelakor  dalam  merusak  hubungan  rumah  tangga seseorang.

Downloads

Published

2023-06-29

How to Cite

Rahmatullah, M. R. (2023). PELAKOR DALAM PERSPEKTIF HUKUM MANAKAHAT. Al-Marjan: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 62–71. https://doi.org/10.56633/jifl.v1i1.332