Tradisi Perahu Baganduang Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi Riau (Analisis Semiotika Roland Barthes)

Authors

  • Hikmah Muftiana STAIN Bengkalis

Abstract

Penelitian ini berangkat dari sebuah kebudayaan khas masyarakat daerah Lubuk Jambi, Provinsi Riau. Penelitian ini menjadi menarik dikarenakan kebudayaan ini terpilih menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi Riau pada tahun 2017. Tradisi parahu baganduang ini sangat dikenal oleh masyarakat Lubuk Jambi dan tetap terjaga kelestariannya. Banyak ornament dan simbol adat yang digunakan pada tradisi parahu baganduang ini, diantaranya adalah lantai dipagar danberjanur, tanduk kerbau, labu-labu, cermin, carano, tuai padi, ani-ani, payung, kubah dan bulan bintang, kain panjang berwarna-warni, marowagh, dan padi dianggik. Kesemua ornament ini tentu sarat akan makna yang menggambarkan kehidupan masyarakat Lubuk Jambi. Penelitian ini ingin melihat dan mengetahui bagaimana pelaksanaan tradisi parahu baganduang dan apa makna dibalik tanda simbol yang ada pada parahu baganduang tersebut dengan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ornament dan simbol yang ada pada tradisi parahu baganduang memiliki makna denotasi, konotasi dan mitos yang melekat. Ornament dan simbol yang digunakan menggambarkan budaya dan kehidupan masyarakat Lubuk Jambi yang sangat kental dengan keIslamannya.

Published

2025-03-11

How to Cite

Muftiana, H. (2025). Tradisi Perahu Baganduang Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi Riau (Analisis Semiotika Roland Barthes). Matlamat Minda, 1(2). Retrieved from https://ejournal.kampusmelayu.ac.id/index.php/minda/article/view/1025