Dakwah dalam Tradisi Potong Jambul (Walimah Tasmiyah) Desa Bantan Air Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis

Authors

  • Amrizal Rizal STAIN Bengkalis
  • Prayugo IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Imam Hakim IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Abstract

Pembacaan Kitab Al-Barzanji merupakan salah satu tradisi keagamaan yang syarat nilai-nilai
spiritual dan budaya dalam masyarakat Muslim, khususnya di pulau bengkalis. Pembacaan Kitab
Al-Barzanji adalah kegiatan melantunkan teks berisi pujian (shalawat), kisah kelahiran, nasab,
dan akhlak Nabi Muhammad ﷺ yang disusun oleh Syekh Ja‘far bin Hasan Al-Barzanji. Dalam
acara potong jambul (puputan), pembacaan Al-Barzanji dilakukan sebagai bagian dari rangkaian
doa dan syukuran atas kelahiran seorang anak, sekaligus sebagai sarana dakwah dan pendidikan
keagamaan. Tradisi potong jambul atau puputan merupakan budaya lokal yang menandai fase
awal kehidupan bayi, biasanya setelah tali pusar lepas. Ketika Islam berkembang di Nusantara,
para ulama dan wali menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan kultural, yaitu mengislamkan
tradisi tanpa menghilangkan nilai adat yang baik. Salah satu bentuknya adalah memasukkan
pembacaan Al-Barzanji ke dalam acara potong jambul. Pembacaan Kitab Al-Barzanji dalam
acara potong jambul (puputan) mengandung berbagai nilai dakwah yang penting dan relevan
bagi kehidupan umat Islam. Pembacaan Kitab Al-Barzanji memiliki relevansi yang kuat dengan
tradisi potong jambul (puputan) karena keduanya sama-sama mengandung makna spiritual,
sosial, dan edukatif. Pembacaan Kitab Al-Barzanji dalam acara potong jambul (Walimah
Tasmiyah) mengandung beberapa bentuk dakwah yang disampaikan secara halus dan efektif.

Published

2025-12-23