Nilai-Nilai Dakwah Ethno Parenting Masyarakat Melayu Kearifan Lokal Dalam Pola Asuh Di Pulau Bengkalis

Authors

  • Jarir Jarir Jarir STAIN Bengkalis
  • Prayugo IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Desi Pajrianti IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam praktik ethnoparenting (pola asuh berbasis etnis) pada masyarakat Melayu. Ethnoparenting bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan merupakan instrumen dakwah yang efektif dalam menanamkan fondasi karakter religius sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan orang tua, serta studi dokumentasi terhadap tradisi lisan seperti syair, pantun, dan petuah "Tunjuk Ajar Melayu". Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dakwah ditanamkan secara halus (soft approach) melalui tiga dimensi utama. Pertama. Dimensi Akidah, melalui pengenalan kalimat tauhid dan puji-pujian kepada Allah dalam syair pengantar tidur. Kedua. Dimensi Syariah, melalui pembiasaan ibadah dan pengenalan "pantang larang" yang bersumber dari hukum Islam; dan Ketiga.  Dimensi Akhlak, melalui penekanan pada adab sopan santun dan penghormatan kepada orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ethnoparenting di masyarakat Melayu merupakan wujud akulturasi yang tuntas antara agama dan budaya, di mana setiap tahapan pengasuhan anak difungsikan sebagai media transmisi nilai-nilai Islam untuk membentuk generasi yang berakal budi dan berakhlakul karimah.

Downloads

Published

2025-12-31