Pengembangan Potensi Makam Mbah Keramat Depok Kota Semarang Sebagai Daya Tarik Wisata Religi
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan sumber data yang diperoleh dari pengurus, dan pengunjung ziarah Makam Mbah Keramat Depok. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pengembangan potensi Makam Mbah Keramat Depok agar menjadi daya tarik wisata religi Kota Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan potensi Makam Mbah Keramat Depok pada aspek internal di antaranya melengkapi fasilitas, sarana dan prasarana objek wisata, seperti mendirikan pusat oleh-oleh dan memberikan pendampingan kepada para pengunjung atau peziarah. Sedangkan pengembangan potensi Makam Mbah Depok pada aspek eksternal meliputi adanya kerjasama yang baik antara pengelola makam dengan media sosial, seperti meningkatkan penyediaan sarana informasi pada makam dan branding Makam Mbah Keramat Depok sebagai destinasi wisata religi Kota Semarang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Shabrina, Uswatun Niswah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







