Meneliti Situs-Situs Awal Peradaban di Pulau Bengkalis

Authors

  • - Khairiah UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  • - Jarir STAIN Bengkalis

DOI:

https://doi.org/10.56633/jkp.v14i2.54

Abstract

Bengkalis is an island between the inland Sumatera (the upstream of Siak River) and the port of Malacca (past trading center). On geographical side, Bengkalis is the most strategic place used as a trading center. So don’t be surprised if there are many ancient objects found in Bengkalis River such as gold coins, ceramics, bullets and others. The result of tracing historical objects, evidently, in Kuala Bengkalis River is the beginning of the Bengkalis city. Furthermore, after being controlled by the Netherlands (through Tratat Siak), the construction of Bengkalis city was moved by the Netherlands to the center of the city at this time.
___________________
Keywords: Things, Historical, Bengkalis

References

Budi Sulistiono, 2011, Pemetaan Arkeologi Islam Nusantara dalam Makalah Seminar Nasional Pemetaan Arkelogi Nusantara, LPP UIN Suska Riau, di Hotel Mona Bengkalis, 7-9 Juni 2011.

Mundardjito, 1996, Melangkah ke Masa Depan dengan Kearifan Masa Lalu (Building on Wisdom from the Past, Advancing into the Future). Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero).

Adrian B, 2008. Lapian, Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17, Jakarta: Komunitas Bambu.

H Zalik Haris masa bertugasnya sebagai polisi lama di Kisaran. Beliau mendapat penghargaan sebagai pahlawan daerah.

Akademika: Vol. 14 No. 2 Desember 2018 96

Reid Anthony, 2011, Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450 – 1680 jilid 1: Tanah di Bawah Angin, Jakarta: Yayasan Obor.

Reid Anthony, 1989, Dari Ekspansi hingga Krisis, Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680, Jakarta, Yayasan Obor.

Rosss E Dunn, 1995, Petualangan Ibnu Batutah, Jakarta, Yayasan Obor,

Magetsari, Nurhadi, 2003. Paradigma Baru Arkeologi, Ceramah Ilmiah Arkeologi, Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Kampus FIB-UI, Depok.

E. Netscher. 1870. De Nederlanders in Djohor en Bengkalis 1602 tot 1865. Translated from Dutch to Indonesian by Wan Ghalib dkk. 2002. Belanda di Johor dan Bengkalis 1602 - 1865. Bengkalis: Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis dan Yayasan Arkeologi dan Sejarah Bina Pusaka.

Thamrin Husni, 2011, Arkeologi Nusantara: Paradigma, Substansi dan Metodologi dalam Seminar Nasional Pemetaan Arkelogi Nusantara yang ditaja LPP UIN Suska, Bengkalis 7-9 Juni 2011.

Kementerian Hukum dan HAM RI, 2010, Undang-undang RI No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Jakarta.

Simanjuntak, Truman dkk. 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Kerajaan Bengkalis. 1901. Babul Qawa‘id. Bengkalis Sri Indrapura: Percetakan Kerajaan Bengkalis Sri Indrapura.

Hovinga Henk, 2002, Dedenspoor weg dor het oerwoud, het drama van de PakanBaroe spoorweg Sumatera, Amsterdam.http://www.geheugenvannederland.nl

Basundoro Purnawan, 2009, Dua Kota Tiga Zaman: Surabaya dan Malang Sejak Kolonial sampai Kemerdekaan, Jakarta, Penerbit Ombak.

Peter JM Nas dan Martien de Vletter, 2009, Masa Lalu dalam Masa Kini: Arsitektur di Indonesia, Jakarta, PT Gremedia.

Oppenheimer Stephen, 2008, Eden in The East: Benua yang Tenggelam di Asia Tenggara, Jakarta, Ufuk Press.

Elmustian Rahman, dkk. Syair Ikan Terubuk Tinjauan Teks, Peristiwa Kelisanan, Dan Struktur Upaya-Upaya Dialog Dengan Teks Simbolik-Romantik. Unri Press. Kerjasama Pemerintah Kabupaten Bengkalis Yayasan Peduli Negeri.2003.

Akademika: Vol. 14 No. 2 Desember 2018 97

Muhammad Yusoff Hashim Ph.D. Kesultanan Melayu Melaka Kajian Beberapa Aspek Tentang Melaka Pada Abad ke-15 dan Abad ke-16 Dalam Sejarah Malaysia. Dewan Bahasa dan Pustaka. Kementerian Pendidikan Malaysia. Kuala Lumpur.1990.

Wawancara dengan Riza Fahlevi, di Bengkalis, 29 September 2018.

Wawancara Thamrin, di Bengkalis, Jumat 26 Oktober 2018.

Downloads

Published

2018-12-02