PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PAI SISWA KELAS VIII B SMPN I BENGKALIS

Authors

  • Fetti Anggriani SMP Negeri 1 Bengkalis

DOI:

https://doi.org/10.56633/jkp.v15i2.82

Abstract

Practically, Islamic Education aims to develop Muslim personalities who have cognitive, affective, normative, and psychomotor abilities, which are then manifested in ways of thinking, behaving, and acting in their lives. Based on preliminary observations in class VIII B of SMP 1 Bengkalis, many students complained that the subject matter was too difficult to understand. This research was conducted in two cycles. Each cycle, consisting of two meetings in accordance with four stages of each cycle, namely planning, action, observation, and reflection. Based on the research analysis data, there were significant differences from the initial learning outcomes before the action of the inquiry learning strategy was implemented with the learning outcomes after the research action was carried out in cycles 1 and 2. The average grade of the class increased from 67.38 to 77.38, and the student understanding increased from 67.38% to 77.38%, with an increase of 10% from before. Students who completed the subject were increased from 12 students to 19 students, thereby increasing the classical learning outcomes from 57.14% to 90.48% with an increase of 33.34%. Thus it can be concluded that the application of inquiry learning strategies can improve the ability of Islamic education students in grade VIII B of SMP 1 Bengkalis.

Secara praktis, Pendidikan Agama Islam bertujuan mengembangkan kepribadian muslim yang memiliki kemampuan kognitif, afektif, normatif, dan psikomotorik, yang kemudian diejawantahkan dalam cara berfikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupannya. Berdasarkan observasi awal di kelas VIII B SMPN 1 Bengkalis, banyak siswa yang mengeluhkan materi pelajaran terlalu banyak susah dimengerti dan dihapalkan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus, terdiri atas dua kali pertemuan sesuai dengan empat tahapan setiap siklus, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan dari hasil belajar awal sebelum tindakan penerapan strategi pembelajaran inkuiri dilakukan dengan hasil belajar sesudah dilakukan tindakan penelitian pada siklus 1 dan 2. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 67.38 menjadi 77.38, dan daya serap siswa meningkat dari 67.38% menjadi 77.38%, dengan peningkatan 10% dari sebelumnya. Jumlah siswa yang tuntas semakin banyak dari 12 siswa menjadi 19 siswa, sehingga meningkatkan ketuntasan hasil belajar klasikal dari 57.14% menjadi 90.48% dengan peningkatan 33.34%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan PAI siswa kelas VIII B SMPN 1 Bengkalis.

___________________

Keywords: Strategi Pembelajaran Inkuiri, Pendidikan Agama Islam.

Author Biography

Fetti Anggriani, SMP Negeri 1 Bengkalis

Guru SMP Negeri 1 Bengkalis

References

Aat Syafaat dan Sohari Sahrani, Muslih, Peranan Pendidikan Agama Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008

Agus Suprijono, Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Depdikbud. Sistem Penilaian Pembelajaran, Jakarta: Depdikbud, 1995.

Robert E. Slavin, Cooperative learning Teori, Riset dan Praktis. Bandung: Nusa Media, 2009.

Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2009.

Setiani, Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Snowball Throwing terhadap Peningkatan Partisipasi Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 12 Bengkalis, Bengkalis: STAIN BENGKALIS, 2013.

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.

Isye Metriah. Pentingnya Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah. http://isyemetriah.blogspot.com, 23 Desember 2010, (Diakses pada tgl. 23 Maret 2019)

Downloads

Published

2019-12-31